Jumat, 24 Maret 2017


Macam-macam Deployment Model dalam Cloud Computing



Pada postingan sebelumnya, kita telah membahas mengenai apa itu Cloud Computing dan apa pula karakteristik utamanya. Pada postingan ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai Cloud Computing yaitu mengenai macam-macam Cloud Computing.


Deployment Models



Cloud Computing dapat dibedakan dengan 2 macam cara, yaitu melalui model layanannya, dan melalui model deploymentnya. Sebelumnya kita telah membahas mengenai macam-macam cloud berdasarkan model layanannya. Sekarang kita akan melihat dari model deploymentnya.

Dilihat dari model deploymentnya, ada 4 macam Cloud Computing:
-    Private Cloud adalah infrastruktur cloud yang dibuat untuk penggunaan khusus oleh suatu organisasi yang terdiri dari beberapa bagian, seperti unit bisnis, dan lain-lain. Cloud ini dapat dimiliki, dikelola, dan dioperasikan oleh organisasi tersebut, oleh pihak ketiga, atau gabungan dari keduanya, bisa bersifat on maupun off-premise.

-    Community cloud adalah infrastruktur cloud yang dibuat untuk penggunaan oleh lebih dari 1 organisasi yang memiliki kepentingan yang sama, misalnya mengenai regulasi, kebijakan, dan lain-lain. Infrastruktur ini dapat dimiliki, dikelola, dan dioperasikan oleh komunitas organisasi tersebut sendiri, melalui pihak ketiga, atau gabungan dari keduanya, bisa bersifat on maupun off-premise.
-    Public cloud adalah infrastrukur cloud yang terbuka dan dapat digunakan untuk umum. Siapa saja yang memiliki akses ke internet, dapat mengakses cloud ini.
Contoh: GMail, Azure, Office 365, dll)
-    Hybrid Cloud adalah gabungan dari dua atau lebih model infrastruktur cloud (private, community, atau public) yang tetap merupakan suatu entitas unik, namun saling terikat bersama oleh standarisasi atau kepemilikan teknologi yang memungkinkan data diakses secara portable. Hybrid cloud biasanya menjadi solusi yang digunakan enterprise-enterprise besar di dunia.



Sekian untuk 4 macam model deployment cloud. Semoga postingan ini membantu menambah ilmu bagi teman-teman

sumber: www.erudeye.id || aboutazure.wordpress.com

Kamis, 02 Maret 2017


Apa Itu Google Cloud Platform


Google Cloud Platform
Google Cloud Platform merupakan sebuah produk layanan Cloud Computing dari Google yang terdiri dari 4 jenis layanan yang kesemuanya bertujuan untuk membuat sebuah project berbasis Cloud Computing / Komputasi Berbasis Internet agar bisa dimanfaatkan dalam skala global. adapun 4 jenis layanan tersebut adalah Google AppEngine, Google BigQuery, Google Compute Engine dan Google Cloud Storage.



Google Cloud Platform



Kelebihan Menggunakan Layanan Google Cloud Platform
Keamanan Data : Menggunakan layanan Google cloud Platform memungkinkan kita untuk memiliki keamanan data yang sangat terjamin, hal ini merupakan faktor penting untuk membangun sebuah layanan berbasis internet.
Fleksibel : Dimanapun kita berada kita bisa mengakses data yang kita simpan di Google Cloud dengan mudah dan yang perlu kita sediakan hanya akses internet. Sobat juga bisa menggunakan RESTful API agar aplikasi yang sobat buat bisa di intregrasikan dengan smartphone berbasis Android ataupun iOS Apple.
Data Terpusat : Penyimpanan yang terpusat sangat diperlukan untuk membangun sebuah layanan dengan skala besar, terutama apabila pengguna dari layanan tersebut sangat banyak.
Menghemat Biaya : Apabila kita memikirkan investasi jangka panjang, layanan Google Cloud bisa menekan biaya pengadaan infrastuktur system yang kita perlukan untuk membangun sebuah aplikasi untuk bisnis kita.

Google AppEngine
Google AppEngine merupakan salah satu layanan google yang memungkinkan sobat membuat dan menjalankan aplikasi berbasis web. Layanan ini mempunyai versi gratis dan berbayar yang bisa sobat gunakan, Untuk versi gratis disediakan space penyimpanan 500 MB, Kapasitas Processor dan Bandwith yang ditawarkan Google AppEngine mampu untuk 5 juta page-view setiap bulannya.


Pada saat awal di luncurkan Google AppEngine hanya mendukung bahasa pemrograman Python, kemudian dikembangkan lagi hingga mendukung teknologi Java, PHP, Go, Ruby dan dilengkapi dengan Farmework Google .Website - website skala besar seperti www.khanacademy.org dibangung dengan produk layanan Google yang satu ini, dan apabila sobat ingin belajar membuat sebuah aplikasi dengan menggunakan Google AppEngine,


Google BigQuery
Layanan Google yang satu ini sangat cocok digunakan sebagai tools untuk menganalisis data ukuran besar hingga ukutan mencapai Terabyte atau Petabite dengan membutuhkan waktu hanya hitungan detik. Layanan ini sangat cocok digunakan untuk aplikasi bisnis skala besar. Google BigQuery banyak digunakan oleh perusahaan - perusahaan besar untuk membantu menganalisis data transaksi bisnis mereka.

Google Compute Engine
Google Compute Engine merupakan sebuah jenis layanan Cloud yang ditawarkan oleh Google untuk membantu kita membangun sebuah cloud server, sobat bisa mengontrol penuh mesin linux yang sobat bangun diatas server Google. Layanan ini mampu menampung aplikasi web sobat yang dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman Ruby atau PHP.


Google Cloud Storage
Google Cloud Storage merupakan salah satu produk layanan dari Google yang dikhususkan untuk para developer sebagai media untuk penyimpanan data dengan ukuran yang sangat besar. Layanan ini memungkinkan sobat untuk membuat sebuah layanan sharing file, sharing video atau sharing foto dengan sangat mudah tanpa memikirkan bagaimana cara membangun infrastuktur server.




Kesimpulan:
Sejauh ini, kita fokus ketiga jenis aplikasi yaitu web, Desktop dan Mobile. Kita sampai saat ini baru sekedar pemakai layanan Cloud, kita tidak pernah berpikir apakah kita juga bisa membuat layanan sekelas GMail atau Google Drive? Google memberi kesempatan pada kita untuk membangun layanan tersebute tanpa anda harus memikirkan bagaimana seting dan pengelolaan servernya secara fisik. Sebagai developer, yang perlu anda pikirkan sekarang hanya logic bisnis dan bahasa pemrograman yang anda kuasai. Mulai sekarang, mari kita masuk tahap baru pemrograman bernama Cloud Programming. Selamat datang di Cloud Programming.


sumber : Utopic Computer dan Candra Web




Apa Skalabilitas?
Pertanyaannya adalah apa skalabilitas sering diminta. Skalabilitas dapat menangani pertumbuhan pelukan penyimpanan jaringan basis data awan dan promosi energi dari lingkungan virtual. beberapa komputer hosting informasi bergabung bersama-sama untuk informasi dan data dapat ditambahkan dengan menciptakan lebih besar dan lebih cepat jaringan yang akan melayani kebutuhan perusahaan. Cloud computing dianggap terukur dengan pertumbuhan ekonomi. Sementara ekonomi yang tumbuh berdasarkan data yang disimpan awan memiliki kemampuan untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan. Sebuah algoritma khusus digunakan untuk menentukan kebutuhan pengguna dan skala lingkungan penyimpanan yang sesuai. Desain dan awan pengaturan harus dikonfigurasi dengan benar untuk algoritma ini mampu mendeteksi perubahan yang dilakukan oleh pengguna mendekati jumlah bandwidth yang diperlukan sebagai akibat dari kebutuhan pengguna. Di seperti menambahkan komputer untuk aplikasi. Mengacu mengintensifkan peningkatan penyimpanan CPU.
Software sebagai Service SaaS adalah pembayaran berdasarkan jenis penggunaan kapasitas yang mengurangi IT biaya perusahaan sangat dengan outsourcing hardware dan perawatan perangkat lunak. The downside adalah Saass menyimpan data Anda pada awan lainnya memberikan diri kesempatan kecil obstruksi data. pengguna akhir adalah orang-orang yang mengakses awan yang digunakan oleh perangkat lunak atau melalui web browser, aplikasi atau aplikasi seluler ringan pikir Anda mengakses aplikasi mobile Anda pada smartphone Anda. Cloud hosting didasarkan pada berbagi sumber daya untuk mencapai skala ekonomi. Ini berarti di komputer awan bergantung pada komputer lain untuk mempertahankan kapasitas penyimpanan data yang besar dan akses cepat. Arah Cloud Computing adalah sebuah metafora untuk penyimpanan data dan berbagi kapasitas web hosting dan menyimpan informasi tanpa menggunakan server mahal besar. Amazon, misalnya, penggunaan komputasi awan telah mengurangi mereka biaya TI secara signifikan, dan mengelola semua data dan infrastruktur mereka secara efisien. Mereka aman, tangguh dan scalable. Mereka kekuatan yang memungkinkan mereka untuk terus mengembangkan database mereka komputasi, sehingga ada banyak aplikasi.
Cloud computing juga dapat digunakan dalam lingkungan bermain game langsung pada game permintaan dari saluran air ke komputer melalui thin client. Tidak ada yang terlibat konsol. Anda dapat menyimpan jumlah tak terbatas dari game klasik lagi tergantung pada seberapa banyak Anda ingin menghabiskan pada ruang. Karena data pelanggan ketika tombol ditekan dikirim ke host awan, mencatat, dan mengembalikan respon ke controller memberikan data interaksi mulus dari database ke layar Anda. Profitabilitas komputasi awan adalah keuntungan terbesar. Manfaat utama dari komputasi awan itu menguntungkan. Anda dapat memilih berapa banyak bandwidth yang Anda ingin menggunakan dan membayar sesuai tergantung pada tujuan penggunaan Anda dari host awan. biaya dapat sesedikit beberapa sen pada jam. pengguna akhir yang memenuhi syarat untuk mengakses semua data mereka dari satu perangkat, dan berbagi dengan semua orang yang merupakan bagian dari jaringan mereka. komputasi awan dapat sangat efektif untuk melacak perangkat yang hilang dan terutama dengan iCloud. Cloud Computing adalah teknologi booming yang memiliki beberapa tujuan yang akan terus skala dan menjadi lebih canggih. Menantikan untuk lebih mengeksplorasi teknologi cloud dan manfaat yang membawa Anda hari ini adalah besok Anda mendidik untuk.
Bryan L.




Skala Horizontal dan Vertikal
Metode menambahkan lebih banyak sumber daya untuk aplikasi tertentu jatuh ke dalam dua kategori:


1. Skala vertikal (skala atas)


Untuk skala vertikal (atau skala atas) berarti untuk menambah sumber daya untuk satu simpul dalam sistem, biasanya melibatkan penambahan CPU atau memori untuk satu komputer. Penskalaan vertikal seperti sistem yang ada juga memungkinkan mereka untuk memanfaatkan teknologi virtualisasi lebih efektif, karena menyediakan lebih banyak sumber daya untuk set host sistem operasi dan aplikasi modul untuk berbagi.


Mengambil keuntungan dari sumber daya tersebut juga dapat disebut "scaling up", seperti memperluas jumlah proses Apache daemon yang sedang berjalan.


2. Skala horisontal (skala out)


Untuk skala horizontal (atau skala keluar) berarti untuk menambahkan node ke sistem, seperti menambahkan komputer baru untuk aplikasi perangkat lunak didistribusikan. Sebuah contoh mungkin scaling keluar dari satu sistem server web tiga.


Seperti harga komputer turun dan kinerja terus meningkat, biaya rendah "komoditas" sistem dapat digunakan untuk aplikasi komputasi kinerja tinggi seperti analisis seismik dan bioteknologi beban kerja yang dapat di masa lalu hanya dapat ditangani oleh superkomputer. Ratusan komputer kecil dapat dikonfigurasi dalam sebuah cluster untuk memperoleh kekuatan komputasi agregat yang sering melebihi tunggal prosesor RISC tradisional berbasis komputer ilmiah. Model ini telah lebih jauh telah didorong oleh ketersediaan interkoneksi kinerja tinggi seperti teknologi Myrinet dan InfiniBand. Hal ini juga menyebabkan permintaan fitur seperti remote pemeliharaan dan manajemen proses batch sebelumnya tidak tersedia untuk "komoditas" sistem.


Skala-out model telah menciptakan peningkatan permintaan untuk penyimpanan data bersama dengan sangat tinggi performa I / O, terutama di mana pengolahan data dalam jumlah besar diperlukan, seperti dalam analisis seismik. Hal ini telah memicu perkembangan teknologi penyimpanan baru seperti objek perangkat penyimpanan.




sumber : Dunia Komputer dan Koduokh Blog's

Kamis, 23 Februari 2017


Pengertian Cloud computing menurut NIST





Cloud Computing atau Komputasi Awan adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dan pengembangan berbasis internet (awan). Menurut sebauh makalah tahun 2008 yang di publikasikan oleh IEEE Internet Computing "Cloud Computing adalah suatu paradigma dimana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk didalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handled, sensor-sensor, monitor dll".


Komputasi awan adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lainnya yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap integnet guna memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google Apps menyediakan aplikasi bisnis umum secara daring yang diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server. Komputasi awan ini menjadi trend teknologi terbaru, dan contoh bentuk pengembangannya adalah iCloud.




Karakteristik Cloud Computing
Menurut NIST (National Institute of Standards and Technologi), terdapat 5 karakteristik sehingga sistem tersebut disebut Cloud Computing, yaitu :



Resource Pooling


Sumber daya komputasi (storage, CPU, memory, network bandwith, dsb)yang dikumpulkan oleh penyedia layanan (service provider) untuk memenuhi kebutuhan banyak pelanggan (service consumers) dengan model multi-tenant. Sumber daya komputasi ini bisa berupa sumber daya fisik ataupun virtual dan juga bisa dipakai secara dinamis oleh para pelanggan untuk mencukupi kebutuhannya.


Broad Network Acces


Kapabilitas layanan dari Cloud Provider tersedia lewat jaringan dan bisa diakses oleh berbagai jenis perangkat, seperti smartphone, tablet, laptop, workstation, dsb.

Measured Service


Tersedia layanan untuk mengoptimasi dan memonitor layanan yang dipakai secara otomatis. Dengan monitoring sistem ini, kita bisa melihat berupa resources komputasi yang telah dipakai, seperti : Bandwith, storage processing, jumlah pengguna aktif dsb. Layanan monitoring ini sebagai bentuk trasparansi antara cloud provider dan cloud consumers.


Rapid Elasticity


Kapabilitas dari layanan cloud provider dapat bisa dipakai oleh cloud consumer secara dinamis berdasarkan kebutuhan. Cloud consumer bisa menainkkan atau menurunkan kapasistas layanan. Kapasitas layanan yang disediakan ini biasanya tidak terbatas, dan service consumer bisa dengan bebas dan mudah memilih kapasitas yang diinginkan setiap saat.


Self Service


Cloud consumer dapat mengkonfigurasikan secara mandiri layanan yang ingin dipakai melalui sebuah sistem, tanpa perlu interaksi manusia dengan pihak cloud provider. Konfigurasi layanan yang dipilih ini harus tersedia segera dan saat itu juga secara otomatis.


Jika salah satu dari kelima karakteristik diatas tidak ada maka sistem tersebut tidak pantas disebut dengan Cloud Computing.




Layanan Cloud Computing
Software as a Service (SaaS)


Saas adalah layanan dari Cloud Computing dimana pelanggan dapat menggunakan software yang telah disediakan oleh Cloud Provider. Pelanggan cukup tahu bahwa perangkat lunak bisa berjalan dan bisa digunakan dengan baik.


Contoh dari layanan Saas antara lain :
Layanan Produktivitas : Office365, GoogleDocs, Adobe Creative Cloud
Layanan E-mail : Gmail, YahooMail, LiveMail
Layanan Social Network : Facebook, Twitter, Tagged
Layanan Instant Messaging : YahooMessenger, Skype, GTalk
Keuntungan dari Saas adalah kita tidak perlu membeli lisensi software lagi. Kita tinggal berlangganan ke Cloud Provider dan tinggal membayar pemakaian.


Platform as a Service (PaaS)


PaaS adalah layanan dari Cloud Computing kita bisa menyewa "rumah" berikut lingkungannnya untuk menjalankan aplikasi yang telah dibuat. Pelanggan tidak perlu pusing untuk menyiapkan "rumah" dan memelihara "rumah" tersebut. Yang penting aplikasi yang dibuat berjalan dengan baik. Pemeliharaan "rumah" ini (Sistem Operasi, Network, Database Engine, Framework aplikasi, dll) menjadi tanggung jawab dari penyedia layanan.


Contoh penyedia layanan PaaS : Amazon Web Service, Windows Azure, dan Google App Engine.


Keuntungan dari PaaS bagi pengembang dapat fokus pada aplikasi yang sedang dikembangkan harus memikirkan "rumah" untuk aplikasi, dikarena kan hal tersebut sudah menjadi tanggung jawab Cloud Provider.


Infrastucture as a Service (IaaS)


IaaS adalah layanan dari Cloud Computing sewaktu kita bisa "menyewa" infrastruktur IT (unit komputasi, storage, memory, network, dsb). Dapat didefinisikan berapa besar unit komputasi (CPU), penyimpanan data (storage), memory (RAM), bandwith dan konfigurasi lainnya yang akan disewakan.


Contoh layanan penyedia IaaS : Amazon EC2, Rakspace Cloud, Window Azure.
Keuntungan dari IaaS adalah kita tidak perlu membeli komputer fisik dan konfigurasi komputer virtual tersebut dapat diubah (Scale Up/Scale Down) dengan mudah.




Kelebihan Cloud Computing
1. Akses Mudah dimanapun anda berada


Kita tidak perlu menggunakan satu alat komputer untuk data yang kita inginkan karena data kita sudah tersimpan di server sehingga dimanapun kita berada kita masih tetap bisa mengakses data yang kita inginkan.


2. Efisiensi Biaya


Dengan menggunakan cloud computing sebauh perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya yang lebih terutama untuk penggunaan hardware. Penggunaan cloud computing sangat sedikit menguras biaya, selain tidak perlu melakukan maintenance juga mengurangi daya penggunaan listrik.


3. Mengingkatkan ROI dan Cash Flow


Hal lain yang dapat dipertimbangkan adalah bahwa dengan cloud kita tidak perlu melakukan investasi atau mengeluarkan capital expenditure. Perusahaan hanya perlu membayar sewa sesuai pemakaian. Hal ini berarti mengkonvensi capex menjadi opex (Operating expenditure). Bagi perusahaan, model seperti ini cukup menguntungkan karena akan memperbesar ROI (Return on Investment) dan melancarkan Cash-Flow.


4. Fleksibilitas dalam menambah Kapasitas


Dengan cloud kita tidak perlu melakukan proses pengadaan komputer yang memakan banyak waktu. Cukup dengan melakukan self-provisioning dalam hitungan menit. Kapasitas yang kita butuhkan telah siap digunakan.


5. Kemudahan Monitoring dan Management Sistem


Proses monitoring dan manajemen server akan jauh lebih mudah karena semua terkoneksi dengan web protal pelanggan. Kita hanya tinggal melihat dashboard saja untuk mengetahui status global server-server kita. Untuk membuat, meng-upgrade, dan me-manage server serta menginstalasi software sangat mudah karena sudah disediakan automation-tools untuk melakukan hal tersebut.


6. Meningkatkan availability dan ketersediaan data


Sistem cloud pada cloud provider biasanya dibuat dengan desain high availability. Artinya, sistem tersebut berada pada suatu data center yang menjamin ketersediaan listriknya, pendingin ruangan, dan lain-lain yang menjadi fasilitas pendukung bekerha maksimal selama 24 jam sehari. Selain itu dari sisi perangkat, wajib hukumnya fully redudancy, karena fitur ini adalah basic-features dari teknologi cloud. Hal ini membuat server kita menjadi lebih besar availability-nya dibanding jika diletakkan dilokasi kita sendiri. Selain itu storage system dari cloud umumnya juga di backup, sehingga memperbesar peluang data kita tidak hilang jika terjadi crash pada sistem storage.


7. Fokus dalam Melakukan Bisnis dan Pengembangan Perusahaan


Menurut survei, 80% dari waktu pekerjaan perusahaan IT digunakan untuk kegiatan operasi dan maintenance. Sisanya, 20% dari total waktu yang ada digunakan untuk kegiatan pengembangan IT. Keadaan tersebut tentu sangat tidak efektif untuk pengembangan perusahaan karena harus disibukkan dengan maintenance system. Berbeda halnya jika menggunakan cloud computing, proses maintenance tidak terlalu banyak dilakukan karena sebagian besar sumber daya berada di cloud. Selain itu dengan menggunakan cloud, perusahaan dapat lebih fokus pada bisnis yang dijalankan, bukan pada pengelolaan dan maintenance IT.




Kekurangan Cloud Computing
Hal yang paling wajib dalam komputasi awan adalah koneksi internet, internet bisa dibilang jalan satu-satunya menuju komputasi awan, ketika tidak ada koneksi internet jangan harap bisa menggunakansistem komputasi awan. Hal tersebut menjadi hambatan utama khususnya bagi Indonesia, karena belum semua daerah di Indonesia sudah terjangkau internet dan koneksinya belum stabil serta kurang memadai.


Selain koneksi internet, kekurangan lain yang dimiliki dari sistem cloud computing ini adalah Kerahasiaan dan Keamanan. Dalam sistem cloud computing, masalah ini masih sangat diragukan karena dengan menggunakan sistem komputasi awan berarti kita mempercayakan sepenuhnya keamanan dan kerahasiaan data-data yang kita miliki kepada perusahaan penyedia server komputasi awan.


Kualitas server komputasi awan adalah salah satu pertimbangan penting sebelum kita memutuskan untuk menyediakan jasa penyedia server komputasi awan. Bukan tidak mungkin kita akana dirugikan ketika server tempat dimana kita menyimpan file atau akses program sewaktu-waktu akan down atau berperforma buruk, alih-alih kita semakin dimudahkan dengan komputasi awan justru kita malah dirugikan karena kualitas server yang buruk.


Contoh Perusahaan yang menggunakan Cloud Computing
Gmail dan YahooMail









Tanpa kita sadari kita telah menggunakan layanan dari sistem cloud computing yaitu e-mail. Dengan adanya e-mail kita tidak perlu menginstall software tersebut, kita hanya perlu mengakses web penjelajahnya dan kita bisa langsung mengaksesnya dari mana saja.
GoogleDocs dan Office365

Jika dulu untuk membuat dokumen kita harus menggunakan software word processing seperti Microsoft Office yang harga lumayan mahal, kini kita dapat membuat dokumen dengan mudah dan gratis, yaitu dengan menggunakan Google Docs. Google Docs merupakan layanan Cloud Computing milik Google yang berfungsi untuk membuat berbagai jenis dokumen. Kita dapat menyimpan dokumen-dokumen kita pada server dan mengaksesnya dimanapun kita berada.
Dropbox dan Ubuntuone



Layanan lain yang menerapkan cloud computing adalah dropbox dan ubuntu one. Kedua layanan ini memungkinkan pengguna untuk menyimpan file-file yang berada di komputer mereka ke storage dropbox atau ubuntu one dengan cara sinkronisasi.

Dengan begitu ketika terjadi perubahan file yang berada di komputer pengguna, maka file yang berada di storage akan diuabh juga. Dengan adanya layanan ini pengguna dapat memback-up data dan juga dapat mengaksesnya dimanapun mereka berada.

Sumber:
http://bayyinaannisa.blogspot.com/2014/11/cloud-computing-komputasi-awan.html
http://www.cloudindonesia.or.id/wp-content/uploads/2012/05/E-Book-Pengantar-Cloud-Computing-R1.pdfl
http://natsukisetsu.wordpress.com/2013/06/21/cloud-computing-dan-perusahaan-yang-menggunakannya/

Kamis, 16 Februari 2017

Assalamualaikum wr,wb
Hallo ini adalah blog pertama saya,oiya knpa saya membuat blog?saya membuat blog karna tuntutan mata kuliah cloud computing yang mengharuskan setiap mahasiswa untuk memiliki blog pribadi dimana setelah dosen menyampaikan materi di dalam kelas mahasiswa wajib mereview/menuangkan apa yang telah di sampaikan dosen tersebut ke dalam blog pribadi milik mahasiswanya

Pengertian cloud computing adalah 


cloud computing adalah sebuah istilah dalam ilmu komputer yang berarti komputasi awan yang berbasis internet atau biasa dalam dunia IT dengan sebutan "The Cloud". Istilah lain dalam teknologi cloud computing yaitu Sebuah jaringan komputer yang saling berhubungan dengan komputer lain yang dapat dijalankan secara bersamaan. Cloud computing sebenarnya penerapannya terpaku pada satu server atau banyak yang telah disediakan yang layanannya berupa penyimpanan data di server.

Cloud computing yang datanya disimpan dalam server bersifat permanen artinya semua pengguna dapat mengakses secara bersamaan melalui akses internet, dan menggunakan datanya juga secara bersamaan. Untuk saat ini cloud computing menjadi sebuah tren teknologi terbaru 2014 dimana setiap orang akan melakukan penyimpanan datanya melalui cloud computing karena dengan menggunakan cloud computing data maka semua datanya akan aman karena terproteksi.

Cloud computing untuk perusahaan-perusahaan besar saat ini digunakan, karena memang sengaja digunakan karena agar setiap pengguna dapat mengakses data kapan saja dan dimana saja tanpa batas yang terpenting adanya koneksi internet.

komputasi awan

                                           


Kelebihan dan Kekurangan Cloud Computing:

Kelebihan Cloud Computing:
1. Menghemat biaya dan ruang infratructure pembelian sumber daya komputer
2. Bisa mengakses file dimana saja dan kapan saja
3. Bisa menghemat waktu pada perusahaan sehingga bisa langsung fokus pada perkembangan infrastructure
4. Dapat dengan mudah di monitoring dari satu server
5. Operasional dan manajemen lebih mudah dan sederhana
6. Menghemat biaya operasional pada sistem informasi yang dibangun
7. Kolaborasi yang terpercaya

Kekurangan Cloud Computing:
1. Komputer akan menjadi lemot  atau lambat atau tidak bisa dipakai sama sekali bila internet putus
2. Komputer akan menjadi lambat kinerjanya jika koneksi internet kita juga lambat
3. Komputer akan menjadi sangat lambat karena diakses oleh banyak pengguna sehingga server akan menerima banyak sekali permintaan
4. Jika tidak mempunyai backup yang handal maka hal terburuk ini akan timbul karena semua data berada di satu server pada cloud computing

cloud computing
                                          



Karakteristik Cloud Computing:

1.On-Demand Self-Services
Merupakan sebuah layanan cloud computing yang harus dapat dimanfaatkan oleh para pengguna melalui beberapa mekanisme swalayan dan dapat langsung tersedia pada saat dibutuhkan oleh para pengguna.

2. Broad Network Access
Merupakan sebuah layanan cloud computing harus bisa diakses dari kapan saja, dimana saja, dengan software apa pun, yang terpenting kita terhubung ke jaringan internet. misal : Handphone, tablet.

3. Resource Pooling
Merupakan sebuah layanan cloud computing yang harus tersedia secara terpusat dan bisa membagi sumber daya secara cepat dan efisien.

4. Rapid Elasticity
Merupakan sebuah layanan cloud computing yang harus dapat menaikan dan menurunkan kapasitas sesuai dengan kebutuhan server dan pengguna.

5. Measured Service
Merupakan sebuah layanan cloud computing yang harus disediakan secara terukur dan teratur, karena ini akan dilakukan dalam proses pembayaran.

Sebenarnya dengan menggunakan fasilitas cloud computing maka keuntungan besar akan anda dapatkan, karena cloud computing bekerja di server.

Manfaat Cloud Computing Serta Penerapan Dalam Kehidupan Sehari – hari
Setelah penjabaran definisi singkat diatas tentu penggunaan teknologi dengan sistem cloud cukup memudahkan pengguna selain dalam hal efisiensi data, juga penghematan biaya. Berikut manfaat manfaat yang dapat dipetik lewat teknologi berbasis sistem cloud.
Salah satu keunggulan teknologi cloud adalah memungkinkan pengguna untuk menyimpan data secara terpusat di satu server berdasarkan layanan yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing itu sendiri. Selain itu, pengguna juga tak perlu repot repot lagi menyediakan infrastruktur seperti data center, media penyimpanan/storage dll karena semua telah tersedia secara virtual.
2.    Keamanan Data
Keamanan data pengguna dapat disimpan dengan aman lewat server yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing seperti jaminan platform teknologi, jaminan ISO, data pribadi, dll.
3.    Fleksibilitas dan Skalabilitas yang Tinggi
Teknologi Cloud menawarkan fleksibilitas dengan kemudahan data akses, kapan dan dimanapun kita berada dengan catatan bahwa pengguna (user) terkoneksi dengan internet. Selain itu, pengguna dapat dengan mudah meningkatkan atau mengurangi kapasitas penyimpanan data tanpa perlu membeli peralatan tambahan seperti hardisk. Bahkan salah satu praktisi IT kenamaan dunia, mendiang Steve Jobs mengatakan bahwa membeli memori fisik untuk menyimpan data seperti hardisk merupakan hal yang percuma jika kita dapat menyimpan nya secara virtual/melalui internet.
4.    Investasi Jangka Panjang
Penghematan biaya akan pembelian inventaris seperti infrastruktur, hardisk, dll akan berkurang dikarenakan pengguna akan dikenakan biaya kompensasi rutin per bulan sesuai dengan paket layanan yang telah disepakati dengan penyedia layanan Cloud Computing. Biaya royalti atas lisensi software juga bisa dikurangi karena semua telah dijalankan lewat komputasi berbasis Cloud.
Penerapan Cloud Computing telah dilakukan oleh beberapa perusahaan IT ternama dunia seperti Google lewat aplikasi Google Drive, IBM lewat Blue Cord Initiative, Microsoft melalui sistem operasi nya yang berbasis Cloud Computing, Windows Azure dsb. Di kancah nasional sendiri penerapan teknologi Cloud juga dapat dilihat melalui penggunaan Point of Sale/program kasir.
Salah satu perusahaan yang mengembangkan produknya berbasis dengan sistem Cloud adalah DealPOS. Metode kerja Point of Sale (POS) ini adalah dengan mendistribusikan data penjualan toko retail yang telah diinput oleh kasir ke pemilik toko retail melalui internet dimanapun pemilik toko berada.  Selain itu, perusahaan telekomunikasi ternama nasional, Telkom juga turut mengembangkan sistem komputasi berbasis Cloud ini melalui Telkom Cloud dengan program Telkom VPS dan Telkom Collaboration yang diarahkan untuk pelanggan UKM (Usaha Kecil-Menengah).

Sumber: http://pusatteknologi.com/pengertian-manfaat-cara-kerja-dan- contoh-cloud-computing.html

http://www.it-newbie.com/2014/08/pengertian-dan-fungsi-teknologi-cloud.html